Ikhlas

Seorang sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ikhlas?”.

Setelah berdiam, Rasulullah memusatkan perhatian, dan menyampaikan pertanyaan serupa kepada Malaikat Jibril a.s.

"Aku bertanya kepada Jibril As tentang ikhlas, apakah ikhlas itu? Lalu Jibril bertanya kepada Tuhan Yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah sebenarnya? Allah SWT menjawab Jibril dengan berfirman: Suatu rahsia dari rahsia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Ku-cintai."

Kalau gambaran ikhlas itu sebagaimana diajarkan Allah melalui Jibril yang disampaikan kepada Baginda Rasul tersebut, maka betapa banyaknya di antara kita yang tidak memilikinya. Sebab, hanya hamba-hamba yang dicintai Allah saja yang dapat memiliki makhluk ikhlas ini.

Menurut Imam al-Qusyairi al-Naisabury, bila seseorang memiliki sifat ikhlas, ia akan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup, apa yang dilakukan semata-mata untuk Allah meski yang dia perbuat untuk mengurangi penderitaan sesama manusia. Ia akan selalu membantu orang, dengan alasan karena Allah memang Dzat yang senang membantu. Ia akan bekerja kalau Allah yang menjadi tujuannya.

Ulama mendefenisikan ikhlas sebagai :
“menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah”, iaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia.

Cukuplah Allah saja yang memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu untukNya. Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga ibadahnya tergantung dengan pandangan manusia, namun hendaklah ia menjadikan perhatiannya hanya untuk mendapat keredhaan Allah meskipun manusia tidak meredhainya. Wallahua'lam.

Ulasan

Popular Post

Kata Kata hikmah

KWSP vs PENCEN

Payudara

Skim rumah pertama

Banjir di kemaman