Pinjaman

KISAH SEORANG SAHABAT

Kisah seorang Sahabat bernama Abu Thalhah Al-Anshâri Radhiyallahu anhu memiliki seorang isteri bernama Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma serta seorang putera yang ia sayangi.Ketika Abu Thalhah Radhiyallahu anhu keluar dari rumah (untuk suatu kepentingan), anaknya sedang jatuh sakit yang kemudian meninggal dunia. Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma mempersiapkan (diri) seraya berkata kepada kerabatnya: "Jangan kalian memberitahu suamiku Abu Thalhah Radhiyallahu anhu tentang puteranya, biarkanlah aku sendiri yang akan menyampaikan berita duka ini". Saat Abu Thalhah Radhiyallahu anhu sampai di rumah bersama beberapa Sahabatnya beliau bertanya kepada Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma : "Bagaimana keadaan anak kita?". Ummu Sulaim menjawab: "Semenjak ia sakit, malam ini sungguh ia lebih tenang dari sebelumnya".  Ummu Sulaim mempersiapkan makan malam, kemudian ia berhias diri dan bersolek untuk suaminya. Abu Thalhah Radhiyallahu anhu memuji Allah Azza wa Jalla dan merasa senang, ia menyelesaikan makan malam kemudian menggauli isterinya. Setelahnya, Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma berkata: "Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu apabila seseorang meminjam suatu pinjaman dan memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta kembali dia enggan untuk mengembalikannya?" Abu Thalhah Radhiyallahu anhu menjawab: "Dia tidak berlaku adil". Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma berkata lagi: "Sesungguhnya puteramu adalah pinjaman Allah Azza wa Jalla bagimu, dan sungguh Allah Azza wa Jalla telah mengambilnya kembali". (Ternyata) Abu Thalhah Radhiyallahu anhu bersabar[8] serta memuji Allah Azza wa Jalla … Keesokan harinya ia hendak menyampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut. Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: "Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi kalian berdua di malam yang kalian lalui". Maka tidak berapa lama kemudian Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma mengandung…[9] 

Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: "Sesungguhnya seorang Mukmin manakala ia menyerahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla (saat musibah) dan melakukan istirjâ` maka ia akan mendapatkan tiga kebaikan sekaligus; keberkahan dan maghfirah (ampunan), rahmat serta kemudahan jalan petunjuk".[10] Demikian contoh mulia dari Para Salafus Shâleh yang diuji oleh Allah Azza wa Jalla , bukan bersikap murung atau putus asa, namun bersikap tegar, tenang, sabar dan tabah menghadapi setiap ujian.

Ulasan

Popular Post

Kata Kata hikmah

KWSP vs PENCEN

Payudara

Skim rumah pertama

Banjir di kemaman