Jumaat, 20 Julai 2012

Marhaban Ya Ramadhan

Sabda Rasulullah SAW, “Jika umat manusia itu mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam bulan ramadhan nescaya umatku akan menginginkan supaya dijadikan sepanjang tahun itu Ramadhan“.

"Apabila datang bulan Ramadhan, dibukakan pintu langit dan ditutup pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan."

"Berjihadlah kamu dengan lapar dan dahaga kerana pahalanya seperti pahala mujahid di jalan Allah (fi sabilillah) dan sesungguhnya tiada amalan yang lebih diperkenankan oleh Allah selain menahan lapar dan dahaga"

"Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan nescaya diampunkan segala dosa-dosanya yang lalu."

Di kesempatan ini, saya juga ingin menyusun 10 jari memohon kemaafan pada semua. Selamat Berpuasa!

Isnin, 16 Julai 2012

Kehancuran Yahudi

Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidaklah akan berlaku qiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di sebalik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, (Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah! Dan bunuhlah ia!", kecuali pohon gharqad (semacam pohon yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)" (Riwayat Bukhari & Muslim)

Keterangan:
Hadis ini memberikan harapan yang sangat besar kepada kaum Muslimin dan menjanjikan kemenangan mereka dalam memerangi orang-orang Yahudi. Jadi walaupun orang-orang Yahudi merancang dan berusaha sedaya upaya untuk membunuh dan menyesatkan umat Islam, namun akhirnya kaum Yahudi akan binasa juga di dalam kepungan umat Islam. Umat Islam akan membunuh dan menghapuskan semua kaum Yahudi yang ada di permukaan bumi ini dan umat Islam akan ditolong oleh makhluk-makhluk Allah yang lain, sehinggakan batu dan pohon kayu pun akan memberi penolongan kepada mereka.

Malaysiaku

Dari Imam Malik r.a: “sekali-kali tidak akan ada yang boleh memperbaiki urusan umat ini melainkan dengan apa yang telah memperbaiki umat terdahulu.”

dan sebagaimana dikatakan oleh imam Ahlus Sunnah dizaman kita yaitu Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan seluruh ulama Ahlus sunnah: “sesungguhnya Islam tidak akan tegak kecuali dengan dua jalan, yaitu At-Tasfhiyah (pembersihan) dan At-Tarbiyah (pendidikan).

Zaman ini

Daripada Anas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api”. (Riwayat Tirmizi)

Keterangan:
Yang dimaksudkan di sini ialah zaman yang sangat mencabar sehingga sesiapa yang hendak mengamalkan ajaran agamanya ia terpaksa menghadapi kesusahan dan tentangan yang sangat hebat. Kalau ia tidak bersungguh-sungguh, nescaya agamanya terlepas dari genggamannya. Ini adalah disebabkan suasana disekelilingnya tidak membantu untuk ia menunaikan kewajiban agamanya, bahkan apa yang ada disekelilingnya mendorong untuk membuat kemaksiatan dan perkara-perkara yang dapat meruntuhkan aqidah dan keimanan atau paling kurang menyebabkan kefasiqan. lni juga bermaksud, orang Islam tersepit dalam melaksanakan tuntutan agamanya di samping tidak mendapat kemudahan.

Hanya dari Mu


Bagaimana mungkin aku meminta rezeki dari makhluk
Sungguh, kalau kulakukan aku karam dalam keburukan
Keluhan si lemah kepada si lemah yang serupa dirinya
Adalah kelemahan yang menggiringinya ke tepi jurang


Memintalah rezeki kepada Allah yang kebaikan-Nya
meliputi seluruh makhluk sebagai kurnia dan kasih-Nya
Mintalah kepada-Nya, nescaya kau dapatkan harapanmu
Jangan kembali dengan berpaling dari haribaan pintu-Nya

Perjuangan

Demi Allah,
jika sekiranya mereka meletakkan matahari
di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiriku supaya
aku meninggalkan urusan perjuangan ini,
nescaya tidak akan aku tinggalkan sehinggalah Allah
memberikan kemenangan atau aku
binasa kerananya.
(Rasulullah s.a.w)

Doa Rasulullah

 Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam bersabda yang bermaksud: "Aku telah bermohon kepada Allah subhanahu wa ta`ala tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma Dia memperkenankan dua perkara saja dan satu lagi ditolak.

1. Aku telah bermohon kepada Allah subhanahu wa ta`ala supaya Dia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah subhanahu wa ta`ala.

2. Aku telah bermohon kepada Allah subhanahu wa ta`ala supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh `alaihi salaam). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allah subhanahu wa ta`ala.

3. Aku telah bermohon kepada Allah subhanahu wa ta`ala supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah tidak diperkenankan (telah ditolak).

Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh antara satu sama lain, hari ini orang Islam bergaduh sesama sendiri, orang kafir menepuk tangan dari belakang, apakah ini cantik kita melihatnya?

Khamis, 5 Julai 2012

Usah takut dan berdukacita

“Ketahui olehmu bahawa kekasih Allah itu
tidak takut dan tidak berdukacita” (Yunus: 62)

Orang bertaqwa itu dia tidak takut dengan manusia dan kuasa manusia
Kalau ia didatangkan ujian dari manusia tidak pula berdukacita
Orang mukmin tidak takut dengan kemiskinan
Jika terjadi kemiskinan tidak pula berdukacita
Orang mukmin tidak takut dengan kesakitan
Kalau berlaku tidak pula susah hatinya
Orang yang bertaqwa tidak bimbang dengan penghinaan dari manusia
Kalau terjadi tidak pula sakit hatinya
Orang mukmin tidak takut dimurka oleh manusia
Kalau berlaku tidak pula susah hati
Kekasih Tuhan itu tidak takut dan bimbang tentang rezekinya
Kalau tidak ada redha hatinya
Orang mukmin itu tidak takut tidak dikasihi orang
Kalau terjadi tidak pula cacat jiwanya
Wali Allah itu tidak bimbang kalau tidak ada harta
Kalau hilang hartanya tidak pula jiwa derita
Orang mukmin tidak bimbang dengan takdir Tuhannya
Kalau terjadi tidak pula bersedih hati
Wali Allah itu tidak takut meninggalkan dunia, harta benda dan sanak-saudaranya
Dan tidak pula bersedih dengan kematiannya
Orang mukmin itu yang dia takut hanya dengan Tuhannya
Yang dia berdukacita kalau terbuat dosa
Dia takut kalau Tuhan tidak redha
Dia susah hati kalau lalai dengan Tuhannya
Dia bimbang kalau tercabut imannya
Dia bersedih kalau cuai dengan ibadahnya

Zaman manakah kita ini


Dari Nukman bin Basyir, katanya…

"Suatu ketika kami sedang duduk-duduk di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap."
Datanglah Abu Saklabah lalu berkata
"Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?"
Huzaifah radhiAllahu `anhu lalu segera menjawab.
"Aku hafaz akan khutbah Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam itu."
Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.

Maka kata Huzaifah radhiAllahu `anhu, Rasulullah sollallu `alaihi wassalam telah bersabda:-
“Telah berlaku zaman kenabian keatas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah zaman khalifah (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sepertimana zaman kenabian. Maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (zaman fitnah -keamiran/beraja /zaman kesultanan ). Berlaku zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya juga, kemudian berlakulah zaman pemerintahan diktator (zaman pemerintahan diktator dan demokrasi) , dan berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula zaman khalifah yang berjalan diatas cara hidup zaman kenabian. Kemudian Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam pun diam.” (Riwayat Ahmad, Bazzar, At Tabrani)

Hadits diatas dengan jelas menunjukkan bahwa Umat Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam akan menempuh empat kelompok zaman secara bergiliran sebelum dunia kiamat yakni:

1) Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat
2) Zaman Khulafaur Rasyidin dan rahmat
3) Zaman Fitnah (kerusakan) dan kegelapan
4) Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.
Secara umum apabila kita meneliti sejarah, zaman kenabian, zaman Khulafa'-ur-Rasyidin, zaman fitnah (pemerintah telah rosak sedang rakyat masih baik), zaman diktator (penjajahan Yahudi dan Nasrani) dan kini adalah giliran zaman seperti zaman kenabian itu berulang semula.

1) Zaman Fitnah atau Zaman Kerusakan

Zaman ini merupakan zaman kerusakan dan kegelapan. Pada zaman ini umat Islam jatuh ke dalam jurang kehinaan yang berkepanjangan. Ini merupakan akibat dari kelalaian dan angkara murka yang terjadi di dunia Islam sehingga Allah membiarkan mereka di dalam kehinaan. Hal ini sesuai dengan janji Allah bahwa Allah hanya akan menjadi pembela kepada orang-orang bertaqwa.

“Allah menjadi pembela orang-orang bertaqwa.” (QS Al Jaatsiyah 19)

Ciri-ciri zaman fitnah ini adalah:

• Negara Islam satu persatu mulai jatuh dan dijajah oleh orang kafir.
• Akidah umat Islam pada saat itu sangat rapuh, ada di antaranya Islam di waktu pagi dan kafir di waktu petang.
• Ibadah sangat lemah. Shalat, puasa dan membaca Al-Qur’an tidak lagi diamalkan secara bersungguh-sungguh atau bahkan diamalkan sama sekali.
• Ukhuwah sesama Islam sangat lemah sehingga terjadi peperangan dan pembunuhan sesama umat Islam.
• Orang kaya sangat kikir sedangkan orang miskin tidak sabar dan hasad dengki.
• Penyakit cinta dunia dan takut mati sangat tebal dan mewabah dalam hati umat Islam.
• Kemungkaran yang terjadi dalam masyarakat Islam hampir tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat yang bukan Islam.
• Akhlak umat Islam sangat lemah dengan berleluasanya hasad dengki, umpat mengumpat, tuduh menuduh, caci-mencaci dan kafir-mengkafirkan sesama umat Islam.
• Wanita-wanita Islam telah dicabut rasa malunya dengan bertingkah laku tidak senonoh, menampakkan aurat di depan umum, menari dan menyanyi tanpa menjaga maruah dan kehormatan diri.
• Umat Islam terhina di seluruh aspek kehidupan: politik, ekonomi, pendidikan, pengobatan, pertanian dan lain-lain sehingga umat Islam terpaksa bergantung pada sistem kufur.
• Sedikit demi sedikit cara hidup umat Islam telah mengikuti cara hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani.
• Terjadi gejala-gejala buruk dan keji di tengah-tengah masyarakat Islam seperti narkoba, homoseks, lesbian, dan lain-lain.

2) Zaman Khalifah Kedua atau Zaman Ummah Kedua yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa `alaihi salam.

Di zaman ini Islam akan kembali lagi ke zaman kegemilangan dan keemasannya seperti di zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Islam dapat menguasai dunia dan kembali menjadi penguasa sejagat. Zaman ini berlaku selama 40 tahun dan barulah dunia ini akan dibinasakan (kiamat) oleh Allah.

Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam bersabda:
“Sebelum hari kiamat datang pastilah Islam itu bangkit kembali walaupun di antara mulainya Islam bangkit dan kiamat hanya selama waktu memerah susu.”

Kebangkitan Islam zaman ini akan sampai kepada puncaknya apabila berpadunya ketinggian kerohanian umat Islam dengan kecanggihan teknologi di bawah dua pemimpin besar umat Islam yaitu Imam Mahdi dan Nabi Isa `alaihi salam.

Ciri-ciri zaman ini :

• Islam dapat mencapai keagungannya kembali seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam 14 abad yang lalu.
• Dunia seluruhnya akan kembali aman dan damai, keadilan akan kembali ditegakkan setelah sekian lama dipenuhi dengan huru-hara dan kezaliman.
• Hati orang-orang miskin dan kaya dipenuhi dengan sifat redha dan qana’ah (merasa cukup) sehingga tidak seorang pun yang mau menerima sedekah.
• Harta yang melimpah ruah akan dibagi-bagikan dengan adil dan merata.
• Umat Islam hidup dengan penuh kasih sayang dan cinta-mencintai satu sama lain.
• Aqidah, ibadah dan seluruh aspek kehidupan masyarakat Islam berjalan sepenuhnya di atas landasan syari’at Nabi Muhammad sollallahu `alaihi wassalam.
• Segala fitnah dan maksiat, riba, zina minuman keras dan lain-lain kekufuran diperangi dan dimusnahkan.

Demikianlah zaman demi zaman yang akan dialami oleh kita umat Islam. Setelah kita mengetahui di zaman apa kita berada, marilah menjadikannya sebagai panduan agar kita tidak kehilangan arah.

Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yang berkuasa di muka bumi ini sebagaimana telah dijadikan khalifah orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhaiNya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’.
(An Nur: 55)


Kaya dan Berjaya

1. Sekiranya anda mempunyai kerjaya yang baik seperti doktor, peguam dan cikgu jangan berhenti kerja dan jadi ejen insurans, unit trust dan MLM. kita tahu salesperson dalam bidang tertentu memang senang jadi kaya raya. Namun jadilah the great teacher Onizuka, ops maaf, jadilah yang paling power dalam bidang tersebut.

2. Doktor bedah yang paling hebat. Peguam lawan kerajaan yang paling dahsyat. Cikgu yang paling pakar memandaikan anak bangsa. Ya, pakar. Bukan sekadar doktor, peguam dan cikgu biasa.

3. Kejayaan akan mencari kalian. Bak kata Ranchodas Chanchad dalam filem 3 Idiots:

Pursue excellence, and success will follow.

4. Cuba tengok orang yang berjaya macam Profesor Dr Muhaya, dia jadi pakar mata dulu sebelum dia masuk televisyen dan popular dalam masyarakat. Begitu juga dengan Chef Wan, dia jadi pakar memasak dulu sebelum duit masuk kiri dan kanan. Begitu juga Dr Mohd Daud Bakar, pakar Shariah tempatan yang sangat terkenal di seluruh dunia dalam bidang kewangan Islam.

5. Dan untuk menjadi pakar, kita memerlukan 10,000 jam “latihan” atau kira-kira 10 tahun sepak terajang harian dalam bidang yang kita pilih.


Ulama, Penasihat Shariah dan Pakar Kewangan Islam

Dr Mohd Daud Bakar.

Anak Malaysia yang mendapat penghormatan dalam seluruh dunia kewangan Islam. Beliau merupakan seorang ulama’, penasihat Shariah dan pakar dalam kewangan Islam.  CEO, Amanie Advisors Sdn Bhd – syarikat miliknya sendiri.

Pakar Shariah Yang Dihormati Ramai Pihak

Bukan mudah bagi seorang yang berbangsa lain mendapat penghormatan dari bangsa Arab, syarikat-syarikat Arab malah di kalangan penasihat Shariah berbangsa Arab sendiri. Nama beliau adalah setaraf dengan nama besar seperti Sheikh Nizam Yakubi, Dr Mohamed Ali El-Gari dan Dr Abdul Sattar Abu Ghuddah.


Sumbangan Di Malaysia dan di Peringkat Antarabangsa

Di Malaysia beliau merupakan  Pengerusi, Majlis Penasihat Shariah Bank Negara Malaysia dan juga Pengerusi, Majlis Penasihat Shariah Suruhanjaya Sekuriti Malaysia. Duduk dalam pelbagai majlis penasihat Shariah untuk pelbagai institusi kewangan Islam di seluruh dunia.
Orangnya soft spoken, bijaksana dan beliau bukan jenis ulama yang hanya dapat menyatakan ‘haram’ tanpa memberikan penyelesaian terhadap sesuatu isu kewangan Islam. Low profile, khususnya di Malaysia; lebih-lebih lagi di luar lingkungan profesional dunia kewangan Islam, terlalu banyak yang beliau telah buat untuk kebaikan kita umat Islam di Malaysia untuk bebas dari riba, judi dan perkara yang haram dalam urusan kewangan seharian. Meneruskan legasi ulama terdahulu khususnya almarhum Prof Tan Sri Ahmad Ibrahim dan yang seangkatan dengannya.

Kita perlu mengambil kesempatan menadah ilmu dengan beliau dalam apa jua peluang. Jika tidak dapat hadir dalam seminar-seminar berkaitan dapatkan buku, penulisan dan kertas kerja yang beliau hasilkan seperti buku yang saya tunjukkan di atas. Jika mahu berjumpa secara peribadi, memang susahlah.

Saya berharap kita  telah mengetahui orang paling penting di Malaysia dalam hal kewangan Islam.

Terima kasih Dr Daud Bakar.